Nasional

Mualimin Abdi, Dirjen HAM Sok Kuasa yang Gugat Jasa Laundry Rp 210 Juta Cuma Gara-gara Jas Tidak Licin

dirjen HAM
Dirjen HAM Mualimin yang menggugat Fresh Laundry Rp 210 juta cuma gara-gara jasnya kurang licin
dirjen HAM

Dirjen HAM Mualimin Abdi

Jurnalindonesia.id – Cuma gara-gara jasnya tidak disetrika sampai licin oleh satu jasa laundry, Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia (Dirjen HAM) Mualimin Abdi mengajukan gugatan sebesar Rp 210 juta. Jasa laundry yang apes kena gugatan pejabat sok kuasa tersebut adalah Fresh Laundry, tempat jasa pencucian yang berada di Jalan Pedurenan Masjid, Setia Budi, Jakarta Selatan.

Kasus bermula saat Mualimin menyuruh pegawainya untuk mencuci jasnya ke Fresh Laundry beberapa waktu lalu. Mualimin meminta jasnya rapi dalam satu hari karena akan dipakai untuk acara di kantor Kemenkum HAM. Keesokan harinya, jas sudah rapi dan diserahkan ke staf Mualimin.

Setelah sampai ke tangan Mualimin, ia merasa kecewa karena jas itu dinilai kurang licin. Masih ada kusut di sana-sini. Si Dirjen tidak terima dan melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Baca Juga:  6 Poin Pernyataan Sikap PBNU Terkait Bom di 3 Gereja di Surabaya

“Tadinya digugat Rp 210 juta,” kata pemilik jasa laundry, Budi Imam saat ditemui wartawan di Kemenkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

fersh laundry

Budi Imam, pemilik Fresh Laundry yang digugat Dirjen HAM (Foto: dony/detikcom)

Rp 210 juta itu berasal dari kerugian materil yaitu Rp 10 juta seharga jas. Adapun sisanya yaitu Rp 200 juta berupa kerugian immateril dengan alasan jas tidak bisa lagi dipakai di acara kenegaraan. Saat gugatan itu bergulir ke pengadilan, teman-teman Budi tidak terima dengan sikap Mualimin itu.

Baca Juga:  Dituduh Berselingkuh, Seorang Anggota Polsek Dikeroyok dan Ditahan Warga

“Ada yang membantu,” ujar Budi yang sehari-hari merupakan Ketua RT 10 itu.

Entah karena apa, akhirnya Mualimin mencabut gugatannya di PN Jaksel pada Kamis (6/10) kemarin. Kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan.

“Ya masalah ini sudah selesai. Kita sudah berdamai. Tidak ada lagi gugatan,” tutur Budi.

Nama lengkapnya Dr. Mualimin Abdi, SH., MH, jabatan Direktur Jenderal HAM. Pria kelahiran 21 Nopember 1962 di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah ini menyelesaikan program Pasca Sarjana S3 Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjajaran, Jawa Barat. Sebelum menjabat sebagai Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia, ia menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan HAM Kementerian Hukum dan HAM RI. Sampai sekarang ia masih aktif sebagai wakil pemerintah (Kuasa Hukum Presiden RI) untuk bersidang di Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga:  Habib Rizieq Dinobatkan Jadi "Man Of The Year 2016" oleh Dua Komunitas Tionghoa

Terkait persoalan tersebut, belum ada tanggapan lanjutan dari Mualimin. Wartawan telah berusaha mengkonfirmasinya di kantornya sejak siang tadi. Tetapi hingga pukul 17.00 WIB atau jam pulang kantor, Mualimin tidak bersedia menemui wartawan dengan ada alasan sedang rapat.

Pak Dirjen yang terhormat, bukankah Presiden lebih suka memakai kemeja putih daripada memakai jas?