Nasional

Kapolsek Kebumen Tewas Gantung Diri di Kantornya dengan Tali Plastik

kapolsek kebumen
Secarik kertas yang diduga sengaja dituliskan alm Ipda Nyariman, Kapolsek Karangsambung, meminta agar dirinya dikuburkan di Blora, langsung dipenuhi pihak Polres Kebumen. Ipda Nyariman semasa hidup. Foto/KORAN SINDO/Hery P
kapolsek kebumen

Secarik kertas yang diduga sengaja dituliskan alm Ipda Nyariman, Kapolsek Karangsambung, meminta agar dirinya dikuburkan di Blora, langsung dipenuhi pihak Polres Kebumen. Ipda Nyariman semasa hidup. Foto/KORAN SINDO/Hery P

Jurnalindonesia.id – Kapolsek Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, Ipda Nyariman meninggal diduga karena bunuh diri. Nyariman ditemukan tewas di ruang kantornya dengan kondisi gantung diri menggunakan tali plastik.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova membenarkan informasi tersebut. Ipda Nyariman ditemukan tewas sekira pukul 11.00 WIB siang tadi oleh anggotanya setelah dua jam tidak keluar dari ruangan.

“Benar, kronologis kejadian, almarhum pada pukul 09.00 memasuki ruangannya dan tidak keluar lagi pukul 11.00. Dari polsek merasa curiga dan membuka paksa ruangan Kapolsek dan didapati Ipda Nyariman yang menjabat Kapolsek Karangsambung meninggal dunia gantung diri dengan seutas tali,” kata Djarod, Rabu (5/10/2016).

Baca Juga:  Spanduk Larangan Wayang Kulit Lantaran Dinilai Tak Sesuai Islam Beredar di Jakpus

Dari informasi yang dihimpun, awalnya anggota polisi di Polsek tersebut curiga setelah Kapolsek lama tak keluar dari ruangan. Saat diperiksa, pintu ruangan korban dikunci dari dalam. Padahal selama ini pintu ruangan Kapolsek tak pernah dikunci.

Ketika diintip, anggota Polsek Karangsambung melihat korban posisi menggantung tak bergerak. Anggota pun mendobrak pintu ruangan korban.

Baca Juga:  PKS dan Gerindra Larang Keras Warga Aceh Rayakan Tahun Baru, Polisi Diminta Sita Terompet

Sedangkan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menyatakan, pihak kepolisian sedang menyelidiki motif penyebab bunuh diri.

“Latar belakang peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan Bidang Propam Polda Jawa Tengah,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dihubungi detikcom, Kamis (6/10/2016).

“Sementara tentang isu itu sedang didalami back ground atau motif yang bersangkutan melakukan bunuh diri itu masih dalam pendalaman dan pemeriksaan oleh Bidang Propam,” sambungnya.

Isu yang dimaksud adalah soal informasi beredar yang menyebut latar belakang aksi nekat itu karena utang sekitar Rp 250 juta kepada anggota Polsek Buayan, Aiptu Sudiman. Anak Aiptu Sudiman mengikuti Secaba Polri dengan fasilitator Ipda Nyariman dengan syarat sejumlah uang tersebut.

Baca Juga:  Rizieq: Kapolda Metro Gunakan LSM Siluman untuk Laporkan Saya

Ternyata anak Aiptu Sudiman tidak lolos dan ia menagih uang tersebut. Perundingaan pun terjadi dan Ipda Nyariman berjanji akan mengganti, namun setelah masuk ruangan ternyata tidak kunjung keluar dan sudah ditemukan tewas.

Baca selanjutnya: Ini Pesan Terakhir Kapolsek Karangsambung Kebumen Sebelum Gantung Diri