Teknologi

Demo Go-Jek: Baku Hantam Terjadi, Ada yang Pingsan Malah Ditimpuki

demo go-jek
Aksi unjuk rasa pengemudi Gojek di depan kantornya, Senin (3/10/2016). (Foto: Kompas)

Jurnalindonesia.id – Pada 26 September 2016 lalu, sekitar 300 pengemudi Go-Jek menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Go-Jek di Jalan Kemang Selatan, Bangka, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2016).

Para pengunjuk rasa ini melayangkan protes atas sejumlah kebijakan manajemen. Kebijakan itu salah satunya adalah sistem performance.

Dengan sistem itu, pengemudi terancam terkena suspend atau pemberhentian sepihak apabila tingkat penyelesaian order kurang dari 20 persen.

Selain itu, pengemudi yang menolak order atau cancel, akan turun persentase performance-nya.

Tuntutan pengunjuk rasa sebagian dapat dipenuhi namun sebagian tidak dipenuhi, sehingga masih ada ketidakpuasan. Dan massa saat itu mengancam akan kembali melakukan unjuk rasa jika tuntutan tidak dipenuhi seluruhnya

Dan hari ini, 3 Oktober 2016, ancaman tersebut terbukti. Ratusan pengemudi Go-Jek kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Go-Jek.

Sebelumnya, mereka telah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian, bahwa pengemudi Go-Jek dari wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi akan konvoi dari masing-masing wilayahnya menuju ke Gelora Bung Karno di Senayan, Kantor Gojek di Jalan Kemang Selatan, lalu ke Bundaran Hotel Indonesia.

Bentrok pecah

Setelah lebih dari dua jam berteriak-teriak di depan kantor Go-Jek, para pengemudi yang melakukan aksi meminta agar bisa masuk ke dalam kantor. Mereka ingin bermusyawarah dengan pihak manajemen.

demo gojek

Aksi unjuk rasa pengemudi Gojek di depan kantornya, Senin (3/10/2016).

Mereka sempat memaki dengan ujaran SARA dan kasar. Bentrokan pun hampir pecah beberapa kali karena massa terprovokasi.

Keributan semapat terjadi pada sekitar pukul 11.50 WIB ketika seorang karyawan Go-Jek keluar dari kantor dan berteriak-teriak di hadapan para pengemudi yang sedang berorasi.

Lu semua nggak tau!” kata pria tersebut.

Belum berhenti bicara, ia langsung nekat maju hendak memukuli para pengemudi. Para pengemudi pun siap memukuli dia. Beruntung polisi yang membuat barikade di depan Kantor Go-Jek segera meredam aksi tersebut.

Pria tersebut segera ditarik ke dalam. Aksi baku hantam pun terhindarkan.

Para pengemudi itu sebelumnya melontarkan kata-kata berbau SARA dan kasar terhadap seorang pengurus Go-Jek, yang dituding sebagai pimpinan Go-Jek yang menyusahkan mereka.

Sementara puluhan polisi berseragam dan berpakaian preman berjaga di depan kantor Gojek.

Lalu, sekitar pukul 13.30, aksi para pengemudi kembali memanas. Salah seorang dari mereka pingsan dan digotong untuk dibawa ke rumah sakit. Namun, mereka justru menimpuki dengan botol karena salah pengertian.

“Eh, itu teman kalian pingsan kenapa malah ditimpukin?” kata polisi melalui pengeras suara.

Mereka meminta masuk, namun belum menunjuk perwakilan untuk bertemu dengan pihak manajemen. Polisi pun masih kesulitan menenangkan massa dan meminta mereka untuk berdoa.

“Sudah, daripada ribut, tetap ikhtiar, tetap berdoa, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, motor hilang,” kata polisi.

Ratusan pengemudi yang kesal kemudian melantunkan shalawat nabi.

Salatullah salamullah ala yasin habibillah…” teriak mereka.

 

Loading...