Kriminal, Nasional

Di Depan Pengikutnya, Dimas Kanjeng Mengaku Diri Tuhan dan Mengajarkan ‘Shalawat Fulus’

kanjeng dimas
Penangkapan Kanjeng Dimas Taat Pribadi (kanan), tersangka otak pembunuhan dua pengikutnya, Abdul Gani dan Ismail, berlangsung dramatis, Kamis (22/9/2016) dini hari.

Jurnalindonesia.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur merasa bersyukur tipuan Dimas Kanjeng akhirnya terbongkar. Bila tidak, bisa jadi pria yang mengaku diri Raja Baru tersebut bakalan terus menyebarkan ajaran sesatnya.

MUI Jatim menemukan banyak bacaan istighasah di padepokan itu yang berbeda bila dibandingkan dengan istighasah yang lain. MUI Jatim juga menemukan bahwa Dimas Kanjeng kerap berkata bahwa ia adalah Tuhan, suatu ucapan yang sangat tidak pantas.

Baca Juga:  Kisah Marwah Daud Ibrahim Ditipu Uang Gaib Dimas Kanjeng

“Ucapannya kira-kira seperti ini, ‘Ingsun iki (saya ini) Tuhan.’ Itu kan sama saja seperti ajaran Syeh Siti Jenar yang mengajarkan wahdatul wujud yang berarti orang itu adalah zat Tuhan itu sendiri,” ujar Ketua MUI Jatim Abdusshomad Buchori kepada detikcom, Minggu (25/9/2016).

Selain itu, Abdusshomad juga menemukan apa yang disebut sebagai shalawat fulus di dalam istighasah yang digelar Padepokan Dimas Kanjeng. Secara arti kata, fulus adalah uang. Namun Abdusshomad enggan mengartikan itu.

Baca Juga:  Dimas Kanjeng Rekrut Gelandangan Jadi "Mahaguru", Sekali Beraksi Dibayar hingga Rp 15 Juta

“Artikan saja sendiri. Saya ada itu bacaannya, tapi enggak hafal. Dan bacaan itu nggak ada di kitab manapun. Itu cuma gawen-gawen (dibuat-buat) saja,” lanjut Abdusshomad.