jasad

Jurnalindonesia.id, mancanegara – Jasad seorang gadis yang telah meninggal 300 tahun lalu tiba-tiba berkedip ketika seorang turis yang mengunjungi museum di Katedral Guadalajara, Meksiko, beberapa waktu lalu merekamnya.

Itu adalah jasad gadis suci yang dibunuh ayahnya karena memilih masuk Katolik. Jasad anak tersebut bernama Santa Inocencia, seorang gadis kecil yang tertutup dalam ruang kaca.

Dikutip dari Metro, Sabtu, 25 September 2016, mayat gadis itu membuka matanya saat direkam seorang turis.

Satu hari, seorang pengunjung merekam aktivitas tur rohani di gereja tersebut. Dalam rekaman video berdurasi 22 detik itu, mata mayat masih tertutup. Saat mengambil gambar yang mengarah kepada jasad sang anak suci, tiba-tiba mata terpejamnya dituturkan berkedip.

Turis itu sebelumnya tidak menyadari mayat gadis yang ia rekam sempat membuka mata.

Dia baru menyadari setelah keluarganya melihat video rekaman tersebut.

Rekaman gambar nyata tersebut diunggahnya ke akun Youtube dan sudah dilihat hampir sejuta kali.

Dilansir oleh Daily Mail, gadis suci itu bernama Santa Inocencia yang telah diawetkan menggunakan lilin sejak tiga abad silam. Inocencia diawetkan dengan mengenakan gaun warna putih.

St Inocencia meninggal setelah ditikam ayahnya. Cerita itu melegenda karena gadis itu memilih menjadi seorang Katolik dan ditentang ayahnya. Gadis itu sebelumnya berteman dengan seorang biarawati. Ia kemudian dibawa ke Katedral Guadalajara untuk diawetkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *