DKI Jakarta, Pendidikan

Anies Baswedan Kritik Tata Kelola Pendidikan di DKI: 6 Juta Per Anak Setahun kok Kalah Sama Jogja

anies baswedan
Anies Baswedan

Jurnalpolitik.com – Calon Gubernur DKI Jakarta usungan Partai Gerindra dan PKS, Anies Baswedan, menyoroti tingkat pendidikan masyarakat di Ibu Kota yang dinilai masih rendah. Padahal, menurut Anies, anggaran yang tersedia cukup besar, di mana satu siswa mendapatkan anggaran mencapai Rp 6 juta pertahun.

Anies mengatakan, pengelolaan pendidikan di Jakarta masih belum maksimal. Terbukti dengan masih kalahnya kualitas pendidikan ibu kota dengan Yogyakarta yang notabenenya anggarannya lebih rendah.

“DKI beri subsidi pendidikan 6 juta per anak, Yogyakarta hanya 500 ribu, tapi pendidikannya lebih maju,” katanya di RSAL Mintohardjo, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9).

Baca Juga:  HUT Jakarta ke-491 Tak Meriah, Anies: Ya Wong Warganya Sepi

Mantan Rektor Paramadina ini mengungkapkan, pengelolaan pendidikan di Jakarta tidak hanya mengacu terhadap pembangunan fisik. Namun, nilai-nilai non-fisik seperti budaya juga harus tumbuh secara simultan dengan adanya infrastruktur. “Kita ingin Jakarta harus sama dengan kota Metropolitan dunia, hari ini belum terjadi,” tegasnya.

Baca juga: Jembatan Penyeberangan Pasar Minggu Roboh, Anies Minta DKI tak Sembrono Kelola Fasilitas Umum

Anies menambahkan, akan kembali menerapkan keharusan orangtua mengantarkan anak ke sekolah. Tentu ini akan direalisasikan jika dirinya mendapat kepercayaan Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga:  Heboh Pohon Imitasi, Anies: Suka Pura-pura Kaget, Seakan Baru Ada Sekarang

“Para ibu antarkan anak ke sekolah. Guru baik. Kita ini menuju Jakarta lebih baik,” tutup mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta menganggarkan dalam APBD DKI 2016 sebesar Rp 2,5 triliun untuk Kartu Jakarta Pintar (KJP). Di mana program peninggalan Joko Widodo ini masih terus dilanjutkan oleh Ahok saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga:  Ada Pembagian Takjil #2019GantiPresiden di Menteng, PPP: Sangat Tidak Etis

KJP merupakan program Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan subsidi pendidikan. Namun, dana ini tidak hanya diberikan sebagai uang gedung atau masuk sekolah, tetapi juga dapat digunakan untuk membeli buku dan perlengkapan lainnya.