Ekonomi dan Bisnis

Data LHKPN Cawagub Sylviana Murni: Terakhir Update 2010, Jumlah Harta 7 M Lebih

Sylviana Murni

Jurnalindonesia.id – Deputi Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni sudah resmi terpilih mendampingi Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Rencananya, Sylviana akan mendaftar hari Jumat ini di KPU DKI Jakarta.

Salah satu persyaratan mencalonkan diri menjadi kepala daerah adalah melaporkan jumlah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Guru besar Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) itu telah beberapa kali melaporkan LHKPN ke KPK.

Berdasarkan data yang diakses di laman KPK, Sylviana terakhir kali memperbarui LHKPN pada 22 Juli 2010 saat menjabat Walikota Jakarta Pusat.

Baca Juga:  Jokowi Sentil Mereka yang Anggap Pembangunan Infrastruktur Tidak Penting

Di laporan teranyar tersebut, Sylviana melaporkan hartanya sejumlah Rp 6.530.365.285 dan 37.676 Dolar Amerika.

Harta Sylviana bersumber dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 4.125.215.000 yang terdiri dari tanah dan bangunan di Jakarta Timur, Bogor dan Jakarta Pusat.

Sylvana juga melaporkan harta bergerak senilai Rp 313.000.000 yang terdiri dari motor Yamaha Vega, Motor merk Honda, motor merk Suzuki, dan benda bergerak lainnya.

Dia juga merinci hartanya dalam bentuk surat berharga Rp 124.772.653, giro dan setara kas lainnya Rp 1.999.014.187 dan piutang Rp 72.000.000.

Baca Juga:  Prabowo: Mata Uang RI Tambah Lemah, Kita Makin Miskin, BUMN Dijual Diam-diam

Sylviana juga menuliskan jumlah utangnya dalam bentuk pinjaman uang yakni Rp 308.636.555.

Sylviana Murni merupakan PNS DKI yang kini menjabat sebagai deputi gubernur. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Seni Budaya Biro Bintal DKI,Kepala Bagian Kebudayaan Biro Bintal DKI, Anggota DPRD DKI 1997-1999, Kepala Biro Bina Sosial DKI, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) DKI, Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI dan Walikota Jakarta Pusat.

Baca Juga:  Elektabilitas Agus-Sylviana Diprediksi Bakal Meroket, Ini Alasannya

Sementara nama Agus yang kini masih berpangkat Mayor TNI belum tercatat dalam bentuk Tambahan Berita Negara (TBN).