Nasional

Bayi Berkepala Dua Lahir di RS Wahidin Makassar, Ibunya Pingsan karena Syok

bayi berkepala dua
Bayi berkepala dua lahir di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Rabu (14/9/2016).

Jurnalindonesia.id – Bayi kembar siam berbadan satu, dua kaki, dua tangan, namun berkepala dua lahir di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Rabu (14/9/2016) pukul 09.45 Wita. Bayi itu dilahirkan dengan operasi caesar, dengan berat 3470 gram, panjang 42 cm, dan apgar score 5/7 kondisi sesak.

Direktur Umum dan Operasional RSUP Wahidin Sudirohusodo, dr Sriwati Palaguna kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/9/2016), mengatakan, bayi tersebut masih dalam penanganan intensif di ruang Neonatal Intensif Care Unit (NICU) di lantai 1 gedung perawatan Lontara.

Sementara itu orangtua si bayi syok melihat kondisi bayinya. Sang ibu yang berinisial F (30 tahun) bahkan pingsan begitu diberi kesempatan untuk melihat bayinya itu.

Sang ibu masuk masuk di RS pada hari Selasa (13/9/2016) pukul 11.30 Wita.

Tak hanya ibu, nenek bayi yang belum diberi nama itu juga pingsan melihat cucunya yang lahir dalam keadaan tidak normal.

“Keluarga sangat syok melihat si bayi, mereka bahkan sempat pingsan,” kata salah satu staf humas RS Wahidin, Mapri yang mendampingi keluarga bayi.

Sedangkan sang ayah bayi hanya bisa menangis melihat kondisi anak keduanya itu.

Para keluarga bayi berkepala dua tersebut kini juga masih enggan menemui pihak lain, termasuk awak media yang melakukan peliputan.

Dokter RS Wahidin Belum Ketahui Kondisi Organ Si Dalam Bayi

Pihak Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo belum dapat memastikan kondisi organ dalam bayi berkepala dua tersebut.

“Kita belum tahu persis bagaimana organ-organ dalam tubuh bayi. Karena kita tunggu kondisi bayi membaik di bawah penanggung jawab dr Ema Alasiry SpA. Kalau kondisi sudah membaik, barulah kita periksa semua organ-organ di dalam tubuhnya,” tutur Dirut Umum dan Operasional RS Wahidin, dr Sriwati Palaguna.

Sriwati mengatakan masih menunggu pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui pasti bagaimana organ bayi yang belum diberi nama ini.

Tim dokter yang menangani bayi berkepala dua saat ini fokus dengan kondisi pernafasan bayi yang saat dilahirkan dalam keadaan sesak nafas.

“Kami belum dapatkan laporan untuk tindakan selanjutnya terhadap bayi ini. Kita perbaiki dulu kondisinya seperti memberi bantuan pernafasan,” jelasnya.

Ia menerangkan, bayi tersebut kini dalam keadaan stabil dan masih dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RS Wahidin.

 

Loading...