Nasional

Korban Gatot Brajamusti Ada yang Berusia 14 Tahun, Mereka Dicekoki baru Dicabuli

gatot brajamusti

gatot brajamusti

Satu demi satu kasus yang melibatkan Gatot Brajamusti mulai terbongkar. Selain narkoba, Aa Gatot juga diduga melakukan pencabulan terhadap delapan anak remaja.

“Kita tertutup untuk nama-namanya, tapi kita sudah cek kejadian itu pada anak-anak di bawah 18 tahun. Ada 8 korban di bawah saya,” ujar pengacara senior Elza Syarief.

Menurut Elza kini korban-korban dari Gatot tersebut sudah tumbuh dewasa. “Saat ini korban sudah dewasa,”ujar Elza.

Elza mengatakan pihaknya telah mengumpulkan bukti dan keterangan dari para korban.”Nanti tiap minggu kita akan membuat laporan ke polisi. Tiap minggu satu laporan karena ini laporannya terpisah,” kata Elza.

Baca Juga:  Polisi Tidak Segan-segan Ciduk Penyebar Hoax di Media Sosial

Modus pencabulan yang dilakukan Gatot terhadap anak-anak itu adalah dengan menjanjikan akan dijadikan artis atau penyanyi hingga mengajak minum-minum hingga mabuk.

Tidak hanya itu, Gatot juga mendapatkan korbannya yang dibawa oleh oknum-oknum tertentu.

Gatot bahkan turun langsung menjemput korbannya. “Rata-rata mereka lima tahun berhubungan,”ujar Elza.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Asrorun Niam menyatakan akan segera memberikan pemulihan psikologis kepada korban pelecehan seksual Gatot Brajamusti.

“Akan dilakukan investigasi atau identifikasi anak anak yang menjadi korban terus anak yang sudah terindentifikasi dijadikan proses pemulihan,” kata Asrorun.

Baca Juga:  Tak Mau Diadu, Din Syamsuddin Urung datang ke ILC "Setelah 411"

Korban kata Asrorun rata-rata berusia 14 tahun hingga 18 tahun. “Mereka dicekoki dahulu minuman atau makanan bernama aspat yang mengandung sabu, kemudian disetubuhi, katanya.

Korban Kecanduan Narkoba

Korban Gatot Brajamusti tidak hanya kejahatan seksual, melainkan pemaksaan penggunaan narkoba.

Asrorun menjelaskan dari para korban Gatot ada yang sudah memasuki tahap kecanduan. “Akibat narkoba, Beberapa anak masuk dalam tahap kecanduan, bahkan beberapa ada yang sampai Overdosis (OD) dan meninggal,”ujarnya.

Baca Juga:  Aa Gatot Brajamusti Bisa Diancam Hukuman Kebiri

Sebagai informasi, Gatot Brajamusti memberikan aspat yang diduga narkoba jenis sabu-sabu kepada korban-korbannya.

Gatot berdalih bahwa aspat atau sabu-sabu tersebut adalah makanan jin yang harus diberikan kepada korbannya sebagai syarat mengikuti dirinya.