Nasional

Sastrawan Saut Situmorang Dinyatakan Bersalah dan Divonis Hukuman Percobaan 5 Bulan Penjara

Jurnalindonesia.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan, penyair Saut Situmorang terbukti bersalah dalam kasus penghinaan dan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Fatin Hamamah.

Atas putusan ini, Saut Situmorang menanggapi dengan santai. Walaupun merasa kecewa tetapi penyair berambut gimbal ini mengatakan akan menerima apa yang telah diputuskan  hakim, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis sore, 8 September 2016.

“Ya mau gimana lagi, seperti inilah kira-kira kalau dunia sastra dihakimi oleh dunia hukum. Mereka tidak paham kalau itu sastra,” kata Saut.

Saut Situmorang

Saut Situmorang menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (8/9/2016).

Saut membeberkan beberapa hal yang menjadi kekecewaannya. Menurutnya, ada beberapa keterangan yang dikeluarkan oleh saksi ahli bahasa yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, saksi ahli yang dihadirkan dalam sidang sebelumnya juga tak mampu menyangga argumen-argumen yang dikeluarkan oleh Saut.

Baca Juga:  Bikin Heboh! Momen Ketika Wiranto Pegang Payung Terbalik di Istana

Namun Saut enggan untuk memperkeruh, apalagi memperpanjang perkara. “Luar biasa, tapi ya beginilah mungkin kondisi dunia hukum kita saat ini,” ujarnya.

Saut mengatakan, apa yang telah diputuskan di persidangan sebaiknya dihormati. Sebab, hal itu merupakan keputusan majelis hakim  berdasarkan pandangan hukum.

Saut Situmorang mendengarkan vonis yang dibacakan hakim.

Saut Situmorang mendengarkan vonis yang dibacakan hakim.

Namun sebagai seniman, menurut dia, akan ada saatnya penilaian versi dunia sastra. “Ya kami terima aja lah udah. Karena ini sudah lama sudah satu setengah tahun saya digantungkan, ini tentu tidak adil. Nanti ada balasannya versi sastra. Kalau ini kan baru versi hukum. Kalau nanti ada versi sastra,” ujarnya.

Baca Juga:  Taman Depan Balai Kota Rusak Berat Pasca Demo, Ahok: Apa Pernah Mereka Tanggung Jawab?

Seperti diketahui, kasus itu berawal dari perdebatan di Facebook tentang buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh. Buku itu menuai protes sejumlah sastrawan lantaran mencantumkan nama Denny JA, pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Denny yang dikenal sebagai konsultan politik itu masuk dalam salah satu tokoh sastra berpengaruh tersebut.

Saut Situmorang termasuk salah satu penyair yang protes. Dalam tulisan di akun Facebooknya, Saut memaki Fatin Hamama, salah seorang yang disebut terlibat dalam penerbitan buku tersebut. Fatin lantas melaporkan Saut ke Polres Jakarta Timur dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Baca Juga:  Rumah JJ Rizal Digeruduk Warga Gara-gara Pasang Spanduk