Mancanegara

AirAsia X Tujuan Malaysia “Nyasar” dan Mendarat di Melbourne

air asia
Ilustrasi

Disebabkan oleh pilot salah memasukkan koordinat posisi pesawat sebelum lepas landas, AirAsia X tujuan Malaysia ‘nyasar’ dan mendarat di Melbourne, Australia.  Insiden tersebut terjadi pada 10 Maret 2015 lalu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (7/9/2016), pesawat jenis Airbus A330-300 ini lepas landas dari Sydney, Australia menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Pihak air traffic controller(ATC) kemudian memberikan peringatan ketika pesawat itu terbang ke arah yang salah.

Dalam laporan soal insiden itu, Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) menyebut ATC telah mengirim pesan via radio kepada pilot dan awak pesawat untuk memperbaiki masalah itu, namun nihil.

Baca Juga:  Ulama dari 50 Negara di Timur Tengah Marah Agama Dipolitisasi untuk Picu Konflik

“Hanya memicu masalah lebih lanjut pada sistem navigasi, juga pada sistem pengendali dan pemandu penerbangan,” sebut ATSB dalam laporannya usai dilakukannya investigasi menyeluruh.

Laporan itu menyebut, pilot pesawat memutuskan untuk terbang kembali ke Sydney setelah menyadari adanya masalah tersebut. Namun cuaca buruk memaksanya menerbangkan pesawat secara manual ke Melbourne. Syukurlah, pesawat itu berhasil mendarat dengan selamat di Melbourne.

“ATSB menemukan bahwa, saat mempersiapkan sistem pemandu dan pengatur penerbangan pesawat, kapten (pilot) secara tidak sengaja memasukkan posisi koordinat pesawat yang salah,” sebut ATSB, sembari menyebut pilot tersebut baru menerbangkan pesawat jenis A330 selama 18 bulan.

Baca Juga:  Pengusaha Muslim Irak Bangun Pohon Natal Raksasa dan Jadi Perhatian Dunia

“Hal ini memicu masalah pada sistem navigasi dalam pesawat. Namun, meskipun ada sejumlah kemungkinan teridentifikasi dan diperbaiki, masalah ini tidak disadari hingga pesawat mengudara dan mulai melacak arah yang salah,” imbuh keterangan itu.

Dalam laporannya, ATSB juga menemukan bahwa pesawat itu tidak dilengkapi dengan sistem pengaturan pesawat yang lebih canggih, yang mampu mencegah masuknya data yang salah.

“Awak pesawat berusaha menangani masalah ini dan mengatasi situasi di bawah beban kerja yang berat. Dibantu panduan terbatas dari daftar informasi yang ada, hal ini berdampak pada kesalahan lebih lanjut oleh awak pesawat dalam diagnosis dan mengendalikan papan tombol,” terang ATSB.

Baca Juga:  Mengejutkan! AS Sita Laptop Anggota ISIS Ternyata Isinya Cuma Pornografi

Sejak insiden itu, jelas ATSB, maskapai berbiaya hemat asal Malaysia itu mengembangkan pelatihan manual baru untuk para awaknya.