Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus pemberian izin pertambangan PT Anugerah Harisma Barakah (AHB) yang memiliki konsesi di Kabupaten Buton dan Bombana.

Dalam kasus tersebut KPK menyebutkan, Nur Alam diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin usaha pertambangan nikel selama 2009 hingga 2014. Dari penerbitan izin, Nur diduga menerima uang sebesar Rp 45 miliar dari perusahaan tambang tersebut.

[otw_shortcode_button href=”http://jurnalpolitik.com/2016/08/24/3-tahun-dibangga-banggakan-karena-predikat-wtp-dari-bpk-eh-malah-jadi-tersangka-kpk/” size=”large” icon_position=”left” shape=”square” target=”_blank”]BACA SELENGKAPNYA[/otw_shortcode_button]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *