Nasional

Anaknya Tidak Diikutkan Paskibraka, Ibunda Gloria Natapradja Merasa Didiskriminasi!

Gloria Natapradja Hamel
Gloria Natapradja Hamel

JurnalIndonesia.id – Ira Natapradja merasa kecewa dan sakit hati setelah putrinya, Gloria Natapradja Hamel, dinyatakan tidak bisa ikut serta sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2016 di Istana, Jakarta.


Baca: Gloria Natapradja Hamel, Paskibraka Manis Asal Jabar Terancam Tidak Bisa Ikut karena Berkewarganegaraan Ganda

Diketahui, Gloria digugurkan dikarenakan memegang paspor Perancis. Oleh sebab itu, ia dianggap bukan warga negara Indonesia. Ia merasa puterinya diperlakukan diskriminatif oleh pemerintah.

Ira mengatakan, awal Agustus 2016, Ira dipanggil pihak Garnisun dan Kemenpora mempertanyakan kewarganegaraan Gloria.

“Mereka juga tanya, apakah saya punya KK, KTP dan paspor Indonesia. Ya saya bilang punya, memang saya warga negara Indonesia,” ujar Ira saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/8/2016).

Ira juga menjelaskan bahwa nama Gloria tercantum dalam KK. Hanya, Gloria memang memegang paspor Perancis. Sang ayah memang warga negara Perancis.

Baca Juga:  DKI Jakarta dalam Ancaman Gempa Lebih dari 8 SR

Paspor itu digunakan sebagai identitasnya jika bepergian ke luar negeri. Sebab, Gloria masih berumur 16 tahun sehingga belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Namun, rupanya penjelasan itu saja belum cukup. Pihak Garnisun dan Kemenpora meminta Gloria membuat surat pernyataan yang ditandatangani orangtua bahwa dia akan memilih warga negara Indonesia, kelak.

“Tiga hari lalu, Gloria minta saya datang ke PP PON, asrama dia. Gloria bikin pernyataan bahwa dia akan jadi WNI, ya saya datang untuk tanda tangan,” ujar Ira.

Namun, saat itu pula Ira mengetahui bahwa sang putri tak mengikuti rangkaian kegiatan Paskibraka lagi.

Baca Juga:  Singgung Kasus Hoaks, Jokowi: Untung Ratna Sarumpaet Jujur

“Soalnya saat saya datang, teman-temannya itu pergi ke Istana untuk latihan. Anak saya ditinggal sendirian. Ya, walaupun bersama pengasuh, tapi apa artinya semua itu?” ujar Ira.

“Saat itulah saya merasa itu menyakitkan, merasa anak saya ini dibeda-bedakan, menjadi korban diskriminasi,” lanjut dia.

Sebab, ia merasa sudah tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi soal kewarganegaraan anaknya. Namun, ternyata segala penjelasannya tidak digubris Garnisun dan Kemenpora sehingga Gloria tetap dicoret dari Paskibraka.

Kepala Staf Garnisun Tetap I/Jakarta Brigjen TNI Yosua Pandit Sembiring sebelumnya mengatakan, pengguguran Gloria telah sesuai dengan aturan undang-undang.

“Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 jelas disebutkan seseorang kehilangan warga negara apabila dia punya paspor (negara lain),” ujar Yosua di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin siang.

Baca Juga:  Aksi 2 Desember, Aa Gym Kerahkan 10.000 Santri ke Jakarta

“Ini Gloria sudah punya paspor. Kami cek, dia punya paspor Perancis,” lanjut dia.

Dalam ‘ngobrol’ santai bersama Kompas.com, pada 8 Agustus 2016 lalu, Gloria mengaku bahwa sang ayah merupakan warga negara Perancis dan ibunya warga negara Indonesia.

“Tapi saya sudah ‘confirm‘ mau piih (menjadi warga negara) Indonesia kok,” ujar Gloria.

Presiden Joko Widodo mengukuhkan 67 anggota Paskibraka di Istana Negara pada Senin siang tadi. Sedianya, ada 68 anggota Paskibraka yang akan dikukuhkan.