Nasional, Pendidikan

Belum Kelar Kontroversi “Full Day School”, Mendikbud Wacanakan Tinjau Ulang Kebijakan Sekolah Gratis

sekolah gratis
Ilustrasi

JurnalIndonesia.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana mengkaji ulang penerapan kebijakan sekolah gratis agar tetap melibatkan partisipasi masyarakat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan selama ini keberlangsungan sekolah gratis mematikan partisipasi masyarakat.

Menurut dia, kebijakan sekolah gratis yang dianggap sering kali menghambat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

“Sekolah gratis bukan berarti mematikan partisipasi masyarakat,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy setelah bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Senin, 8 AGustus 2016.

Ke depannya, pemerintah akan membuka akses masyarakat mampu untuk berkontribusi dalam bentuk iuran atau sumbangan yang ditentukan oleh masyarakat itu sendiri.

Baca: Mau Tolak atau Setuju Program “Full Day School”, Baca dulu Perbandingan Pendidikan di Finlandia dan Korea Selatan

“Jadi badan atau komite sekolah bertanggung jawab terhadap pengawasan dan kebijakan sekolah, itu akan kami perkuat,” ujarnya.

Nantinya, sekolah gratis benar-benar ditujukan bagi masyarakat miskin, sementara kelompok menengah ke atas berkontribusi terhadap fasilitas umum demi peningkatan sarana sekolah.

Adapun, standarisasi subsidi silang akan ditentukan oleh komite sekolah. Secara rinci, komite memiliki otoritas untuk menetapkan pihak yang memberi sumbangan dan pihak yang membutuhkan subsidi.

“Intinya, komite yang mengawasi sepenuhnya, dana tidak boleh ada dalam kontrol kepala sekolah,”tegasnya.