Nasional

“Banyak PSK yang Rindu Kembali ke Kalijodo”

JurnalIndonesia.id – Pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di kawasan Kalijodo sudah mulai dikerjakan.

Enam bulan pasca pembongkaran, area bekas lokalisasi ini pun baru akan dilakukan proses pembangunan.

Devi (42) warga sekitar Kalijodo yang rumahnya tak ikut dibongkar mengungkapkan banyak para pekerja seks komersial (PSK) yang rindu dengan kawasan ini.

rptra kalijodo3

Sejumlah pekerja sedang membuat pondasi dan turap pada RPTRA di bekas lokalisasi Kalijodo.

Sebelum dilakukan pembongkaran, Kalijodo memang populer dengan tempat hiburan malam serta praktek prostitusi.

Setelah dibongkar, ‘kupu-kupu’ malam Kalijodo ini bertebaran ke daerah lain.

Mereka turun ke jalan demi mempertahankan hidup dan melanjutkan profesinya sebagai penjaja seks.

Pembangunan RPTRA Kalijodo dimulai

Sejumlah pekerja sedang membuat pondasi dan turap pada RPTRA di bekas lokalisasi Kalijodo.

“Banyak para cewek-cewek (PSK) yang dulu kerja di Kalijodo pada bilang kangen kumpul di sini lagi,” ujar Devi sebagai tukang kopi dan membuka warung nasi di kawasan Kalijodo saat ditemui Warta Kota pada Selasa (9/8/2016).

Baca Juga:  [Video] Ahok dan Putranya Tinjau RPTRA RTH Kalijodo yang Hampir Selesai

Devi menuturkan dirinya punya hubungan dekat dengan para PSK tersebut.

Pembangunan RPTRA Kalijodo dimulai

Sejumlah pekerja sedang membuat pondasi dan turap pada RPTRA di bekas lokalisasi Kalijodo.

Kerap kali PSK itu mencurahkan perasaannya melalui Devi lewat sambungan telepon.

Cewek-cewek itu kebanyakan pendatang, kasihan juga. Mereka mau kumpul lagi di sini sekadar ketemu dan ngobrol-ngobrol aja, tapi malu,” ucapnya.

Pembangunan RPTRA Kalijodo dimulai

Sejumlah pekerja sedang membuat pondasi dan turap pada RPTRA di bekas lokalisasi Kalijodo.

Devi mengatakan para PSK tersebut menyebar ke penjuru jalanan di Ibu Kota.

Baca Juga:  Begini Kemarahan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain Diolok Netizen Soal Alexis dan PKI

Ada yang mangkal di Jalan Daan Mogot, Jembatan Genit, Tanjung Priuk, bahkan hingga ke Dadap.

Devi menambahkan, berdasarkan cerita yang diterimanya, pendapatan para PSK tersebut menurun drastis pasca pembongkaran Kalijodo.

Pembangunan RPTRA Kalijodo dimulai

Sejumlah pekerja sedang membuat pondasi dan turap pada RPTRA di bekas lokalisasi Kalijodo.

Mereka saat ini hidup pas-pasan dengan penghasilan yang ada.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Ulang Tahun, Istri Pasang Iklan Besar Ucapan Selamat di Koran

“Kalau di Kalijodo kan banyak pengunjung, kalau di jalan kan dikit dan susah cari pelanggannya. Paling cuma yang kenal aja,” ungkap Devi.

Para PSK pun banyak yang mendulang untung di kawasan Kalijodo sebelum dibongkar itu.

Begitu pun dengan Devi, yang dulu warungnya selalu ramai pembeli.

Pembangunan RPTRA Kalijodo dimulai

Sejumlah pekerja sedang membuat pondasi dan turap pada RPTRA di bekas lokalisasi Kalijodo.

“Saya sih berharap taman di Kalijodo cepat jadi. Biar ramai lagi banyak yang datang. Biar dagangnya enak nggak sepi kayak gini,” paparnya.

Dalam sehari saja Devi hanya memegang uang Rp 200.000 hasil dagang kopi dan warung nasinya itu.

Berbeda dengan tempo lalu sebelum Kalijodo dibongkar, ia kerap kali memegang Rp. 600.000 hasil keuntungan dagangnya itu.

“Kalau sudah jadi taman, saya mau dagang di situ. Nggak apa-apa bayar juga,” ucapnya.