Nasional

Ternyata Bosnya Freddy pun Sedang Menunggu Eksekusi Mati

freddy budiman
Freddy Budiman di ruko di kawasan Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (14/4). (Antara)

JurnalIndonesia.id – Juru bicara Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Slamet Pribadi mengungkapkan nama di balik pengedar narkoba Freddy Budiman. Dia adalah Chandra Salim alias Akiong dan sekrang ini sudah divonis mati namun belum dieksekusi.

“Chandra Salim alias Akiong adalah bos Freddy. Akiong merupakan penyokong dana untuk Freddy,” ucap Slamet dalam diskusi bertema Hitam Putih Pemberantasan Narkoba di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8).

Akiong sendiri, kata Slamet, sudah dipenjara di Lapas Cipinang, Jakarta Pusat. Slamet mengatakan bahwa Akiong salah satu bandar narkoba yang memiliki kendali peredaran barang haram di tanah air.

Baca: Ini Pengakuan Terpidana Mati Freddy Budiman yang Pukul Telak Kepolisian

“Bahkan di dalam penjara, beberapa kali Akiong ini jaringannya sering kami tangkap,” imbuh Slamet.

Sementara itu, Mantan Deputi Pemberantasan BNN Irjen (Purn) Benny Mamoto juga mengamininya.

Benny sebagai salah satu penyidik yang mengikuti sepak terjang Freddy dan Akiong mengakui bahwa jaringan mereka cukup kuat di Indonesia. Hanya saja, Freddy hanya sebagai pesuruh bagi Akiong.

“Akiong ini yang punya koneksi langsung ke Tiongkok. Freddy hanya melaporkan berapa jumlah narkoba yang ingin dipesan sesuai kebutuhan pasa‎r,” jelas Benny.

Baca: Terkait Cerita Freddy Budiman: Polisi, BNN, dan TNI ‘Ngamuk’ dan Laporkan Haris Azhar ke Bareskrim

Menurut Benny, terkait jaringan ke luar negeri, Freddy masih buta. Sebab, Akiong yang merupakan pria asal Pontianak itu yang berhubungan langsung dengan pabrik-pabrik narkoba di Tiongkok.

“Freddy tidak punya koneksi ke sana. Seperti kasus pengungkapan 1,4 juta ekstasi yang saya ungkap lalu. Yang mesan ya Akiong. Freddy hanya menerima saja,” tandas Benny.