Ruas Pejagan-Brebes Timur dipadati kendaraan pemudik hingga 23 kilometer pada Sabtu malam (2/7/2016).

JurnalIndonesia.id – Seorang pengguna Facebook bernama Samboza Bitala mengeluhkan kemacetan yang terjadi di tol Cipali pada mudik lebaran tahun 2016 ini.

Dalam status yang ia tulis tertanggal 04 Juli 2016 tersebut, ia menuturkan bagaimana keadaan yang harus dialami para pemudik.

“Mudik ke solo lewat tol cipali, benar-benar keterlaluan macetnya. Pemerintah tidak jelas. Fasilitas rest area tidak dipikirkan, pom bensin, WC umum, mushola. Sampai para pemudik sholat di tol, kencing BAB di tol,” tulisnya dalam status tersebut.

Bahkan, ia juga menuturkan tingginya harga bensin yang mau tidak mau harus dibeli oleh para pemudik.

“Sampai-sampai mobil banyak yang mogok kehabisan bahan bakar dan para pedagang kampung jual bensin 1 liter seharga 50ribu rupiah…mau gak mau harus dibeli.”

Bahkan ia sempat protes kepada pemerintah atas keruwetan lalu lintas ini.

“Sungguh terlalu…terlalu…dan pandang enteng. Kalau sekiranya tolnya belum siap dioperasi, kenapa hrs dibuka, ini kan sama saja menjebak para pemudik.”

“Pemerintah benar-benar pandang enteng. Kasihan para pemudik. Mudah-mudahan ada orang pemerintah yang baca status ini biar dia ikut terharu kasihan dan ikut merasakan sekiranya dia ada di sekitar mudik juga”

Akun Samboza Bitala mengeluhkan kemacetan yang para pemudik alami di tol Cipali
Akun Samboza Bitala mengeluhkan kemacetan yang para pemudik alami di tol Cipali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *