Nasional

Ayu Buang Bayi yang Baru Dilahirkan Hasil Hubungan dengan Sang Paman

Kasus ini bermula saat polisi berhasil menangkap pelaku pembuang bayi di depan Pasar Jagaraga, Kecamatan Sawan, Buleleng, Jumat (3/6/2016).

Pelaku itu adalah Luh Putu Ayu Maharani (23), perempuan asal Dusun Kangin Teben, Desa Jagaraga yang tak lain ibu kandung bayi tersebut.

Ayu ditangkap di rumahnya, Rabu (8/6/2016) sore setelah polisi melakukan penyelidikan dengan menelusuri warga desa tersebut yang mencurigakan.

Dari situ diketahui dia sebagai pelakunya karena akhir-akhir ini terlihat tertutup dan warga sebelumnya sempat melihat perutnya tampak lebih besar.

Usai diinterogasi polisi, Ayu mengakui jika dirinya sebagai pelaku pembuangan bayi laki-laki tersebut.

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) terpaksa membuang bayi yang baru dilahirkan karena merasa malu memiliki bayi dari hasil hubungan di luar nikah bersama pamannya, Putu Mindra (32).

Baca Juga:  Ratna Tuding Pemerintah Blokir Bantuan Papua Rp23 T, KSP Singgung Kualitas Ratna

Bayi itu dibuangnya sesaat setelah dilahirkan di tempat umum atas saran Mindra agar bayi itu dirawat orang lain, dengan dibalut dengan kain kamen dan diletakkan di atas mobil pikap yang terparkir di depan pasar tidak jauh dari rumah majikannya sekitar pukul 05.30 Wita.

Ia membawa bayi itu dengan berjalan kaki dan suasana tempat lokasi pembuangan dalam keadaan sepi.

Sepulang dari membuang bayi, Ayu menguburkan ari-ari bayi di halaman rumah majikannya.
Ia kemudian beraktivitas seperti biasanya.

Sehari usai menangkap pelaku, Kamis (9/6/2016) polisi menggelar rekonstruksi di Desa Jagaraga.

Rekonstruksi ini diperankan sendiri.

Ratusan masyarakat yang penasaran berjubel untuk menyaksikan proses rekonstruksi.

Seok harinya, pada Jumat (10/6/2016), polisi memeriksa Mindra di Polsek Sawan.

Pria asal Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini kepada polisi mengaku menyetubuhi Ayu sebanyak 10 kali mulai 28 Agustus sampai 6 September 2015.

Baca Juga:  Sentilan Sudjiwo Tedjo: Jangan Cuma Utang Luar Negeri yang Dikaitkan dengan Masa Lalu, Tapi Pencapaian Saat Ini Tidak

Kapolsek Sawan, AKP Made Mustiada mengatakan, Mindra yang merupakan adik dari ibu Luh Putu Ayu Maharani ini membujuk keponakannya dan berjanji akan menikahinya.

Keberadaan Ayu di rumah Mindra ini ketika sedang ada upacara.

Sekitar akhir September lalu, Ayu menyadari dirinya hamil dua pekan. Ia mengabarkan kepada Mindra.
Lantas ia disarankan menggugurkan kandungannya.

“Semakin lama usia kandungan semakin besar dan melahirkan. Tetapi justru pamannya tidak mau mengakui bayi itu hasil hubungannya,” katanya.

Kini usai diperiksa sebagai saksi, Mindra tidak ditahan dan statusnya masih belum dijadikan tersangka.

“Untuk sementara Ketut Mindra kami minta wajib lapor untuk penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga:  Rizieq Shihab Ingin Hukum Islam Dimasukkan ke Konstitusi

Bayi yang dibuang itu kini dirawat di RSUD Buleleng.

Dirut RSUD Buleleng, dr Gede Wiartana mengatakan, kini pihaknya menunggu arahan Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng terhadap nasib bayi itu, karena statusnya sebagai bayi telantar dan menjadi tanggung jawab Dinsos.

“Bayi kondisinya masih sehat dan sedang kami rawat. Kami sudah minta perawat memperhatikan dengan cermat kondisi kesehatannya. Sudah banyak juga yang datang untuk mengadopsinya, tetapi kami serahkan prosesnya kepada Dinsos, tanggung jawab kami di sini hanya merawat saja untuk sementara waktu,” kata Wiartana.